BeritaEkonomiIndonesia

ESDM Sebut Mandatori B50 Bisa Hemat Devisa Sekitar Rp170 Triliun

Kementerian ESDM menyebut penerapan mandatori biodiesel B50 dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun seiring berkurangnya kebutuhan impor solar.

1 menit baca
2 sumberDiperbarui 3 jam lalu
ESDM Sebut Mandatori B50 Bisa Hemat Devisa Sekitar Rp170 Triliun
ESDM Sebut Mandatori B50 Bisa Hemat Devisa Sekitar Rp170 Triliun · nexaventures.id
Report starts here

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan penerapan mandatori biodiesel B50 dapat memberikan penghematan devisa sekitar Rp170 triliun. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi menyampaikan angka tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Selasa, 8 September 2026.

B50 merupakan campuran bahan bakar diesel dengan 50 persen komponen biodiesel berbasis minyak sawit. Pemerintah menempatkan program tersebut sebagai bagian dari strategi menekan impor solar dan memperkuat ketahanan energi nasional. Kementerian ESDM sebelumnya juga menyatakan kebijakan B50 dirancang untuk menggantikan kebutuhan impor yang masih tersisa pada kebijakan campuran biodiesel sebelumnya.

Dalam perkembangan pengujiannya, ESDM menyebut B50 telah melalui uji pada sektor tambang selama 1.000 jam dengan hasil yang dinilai baik. Pengujian teknis menjadi bagian penting sebelum implementasi berskala lebih luas karena campuran bahan bakar harus memenuhi parameter kualitas, ketahanan mesin, performa filter, serta standar yang dapat diterima oleh industri dan produsen kendaraan.

Pemerintah berharap peningkatan penggunaan biodiesel domestik tidak hanya menekan impor tetapi juga meningkatkan pemanfaatan sumber energi dalam negeri. Meski demikian, efektivitas kebijakan tetap bergantung pada kesiapan pasokan, spesifikasi bahan bakar, distribusi, serta hasil pengujian berbagai jenis mesin. Angka penghematan devisa yang disampaikan ESDM merupakan estimasi pemerintah berdasarkan skenario implementasi mandatori B50.

Bagikan lagu

Belum ada percakapan yang diterima. Mulai percakapan di Pesan terlebih dahulu.