Gangguan di Selat Hormuz Kembali Memicu Kekhawatiran Energi Global
Serangan baru terhadap pelayaran komersial mengguncang pasar energi dan mendorong badan maritim PBB menyerukan penahanan diri serta deeskalasi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan pada 8 Juli 2026 bahwa serangan baru terhadap pelayaran di Selat Hormuz kembali mengganggu sentimen pasar energi. Organisasi Maritim Internasional menyerukan penahanan diri maksimum dan deeskalasi.
Mengapa jalur ini sangat penting?
Selat Hormuz merupakan jalur transit utama bagi perdagangan minyak melalui laut dan volume besar gas alam cair serta pupuk. Gangguan keamanan dapat memengaruhi biaya asuransi, jadwal pengiriman, dan ekspektasi harga energi di banyak negara.
PBB sebelumnya juga melaporkan evakuasi sekitar 2.500 pelaut yang terdampar sebelum operasi penyelamatan ditangguhkan setelah serangan terhadap kapal komersial. Situasi tersebut menunjukkan besarnya risiko bagi pekerja laut serta perdagangan global.
