AnalisisDuniaTeluk Persia dan Laut Merah

Harga Minyak Naik saat Serangan AS-Iran Meningkat dan Jalur Energi Terancam

Harga Brent dan WTI menguat setelah serangan di kawasan Teluk meningkat, arus minyak melalui Selat Hormuz terganggu, dan risiko gangguan di Laut Merah kembali mencuat.

1 menit baca
2 sumberDiperbarui 17 Jul 2026
Ilustrasi editorial tanker minyak di antara Selat Hormuz dan jalur Laut Merah.
Ilustrasi editorial tanker minyak di antara Selat Hormuz dan jalur Laut Merah. · Ilustrasi AI oleh Nexa Ventures - bukan foto dokumentasi
Report starts here

Pasar energi kembali berada di bawah tekanan setelah Amerika Serikat dan Iran meningkatkan serangan di kawasan Teluk. Kekhawatiran utama berpusat pada keterbatasan arus minyak melalui Selat Hormuz serta kemungkinan gangguan tambahan pada jalur ekspor Laut Merah.

Harga minyak bergerak naik

Pada perdagangan awal 17 Juli, Brent naik sekitar 1,25 persen menjadi 85,28 dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate menguat sekitar 1,3 persen menjadi 79,98 dolar AS. Angka tersebut merupakan posisi pasar pada pukul 01.18 GMT dan dapat berubah sepanjang perdagangan.

Dua jalur strategis menjadi perhatian

Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb merupakan jalur penting bagi perdagangan energi. Apabila keduanya mengalami gangguan bersamaan, biaya pelayaran, asuransi, waktu pengiriman, dan harga bahan bakar berpotensi menerima tekanan lebih besar.