Juri New Mexico Nilai Meta Menyesatkan Pengguna soal Data Facebook
Juri di New Mexico menyatakan Meta menyesatkan pengguna terkait praktik data Facebook, ujaran kebencian, dan misinformasi dalam perkara Cambridge Analytica.

Juri di Santa Fe, New Mexico, menyatakan Meta Platforms menyesatkan warga negara bagian tersebut mengenai praktik data Facebook, kebijakan ujaran kebencian, dan penanganan misinformasi. Putusan pada 25 September 2026 muncul dari gugatan yang berakar pada skandal Cambridge Analytica, ketika data pribadi jutaan pengguna Facebook dikumpulkan melalui aplikasi pihak ketiga tanpa persetujuan yang memadai dan kemudian digunakan untuk kepentingan politik.
Menurut Reuters, juri menilai 26 dari 29 pernyataan yang dipersoalkan pemerintah negara bagian bersifat menyesatkan. New Mexico menuduh Meta memberikan kesan bahwa pengguna memiliki kontrol penuh atas informasi pribadi mereka, sementara data dapat diakses aplikasi pihak ketiga. Negara bagian juga mempermasalahkan pengecualian tertentu dalam kebijakan perusahaan mengenai ujaran kebencian dan misinformasi. Meta membantah menjual data pengguna dan menyatakan akan terus mempertahankan posisinya.
Hakim Francis Mathew akan menentukan besarnya denda perdata setelah juri menemukan lebih dari 43 juta pelanggaran berdasarkan jumlah orang yang terdampak. Jaksa Agung New Mexico Raúl Torrez menyatakan negara bagian akan meminta hukuman maksimal dan perubahan pada tata kelola data Meta, termasuk kemungkinan audit. Saat artikel ini disusun, pencarian pada sejumlah portal berita Indonesia besar belum menemukan liputan khusus mengenai putusan terbaru ini, sehingga perkembangan tersebut masih relatif belum terekspos di media lokal Indonesia.
