KNKT Ungkap Enam Faktor Pemicu Tabrakan KA di Bekasi Timur
KNKT mengungkap enam faktor yang berkontribusi pada tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur berdasarkan hasil investigasi.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengungkap enam faktor yang berkontribusi pada tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur berdasarkan hasil investigasi terhadap kecelakaan yang terjadi pada 27 April 2026. KNKT menjelaskan faktor berkontribusi merupakan kondisi, tindakan, kejadian, atau kombinasi yang jika dapat dihilangkan atau dihindari akan mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau tingkat keparahannya.
Salah satu temuan utama adalah kondisi bahaya pada hubungan sistem persinyalan antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur yang tidak teridentifikasi. Saat kejadian, rangkaian Argo Bromo Anggrek menerima sinyal keluar beraspek hijau sebelum menghadapi sinyal blok berikutnya yang menunjukkan merah karena masih terdapat Commuter Line di jalur Bekasi Timur. Masinis tidak memperoleh aspek kuning sebagai peringatan bahwa sinyal berikutnya menunjukkan merah.
KNKT menyebut kondisi tersebut tidak teridentifikasi dalam tahapan review desain dan pengujian setelah perubahan layout Stasiun Bekasi pada 2021. Hasil investigasi digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi keselamatan agar risiko serupa dapat dicegah. Temuan KNKT berfokus pada perbaikan sistem dan faktor keselamatan, bukan penetapan kesalahan pidana individu, karena mandat investigasi keselamatan berbeda dari proses penegakan hukum.
