Konflik AS–Iran Mengguncang Selat Hormuz, Harga Minyak Bergerak Tajam
Serangan berlanjut pada hari kesembilan ketika lalu lintas kapal menurun dan pasar minyak bereaksi terhadap risiko pasokan serta sinyal baru diplomasi.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah serangan berlangsung untuk malam kesembilan berturut-turut. Selat Hormuz menjadi pusat perhatian karena gangguan keamanan mulai memengaruhi pelayaran komersial dan ekspektasi pasokan energi dunia.
Klaim serangan kapal dan lalu lintas yang menyusut
Garda Revolusi Iran menyatakan dua tanker minyak mengalami ledakan dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Reuters belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Data LSEG mencatat hanya empat kapal melintasi selat pada Minggu, turun dari delapan kapal sehari sebelumnya.
Harga minyak sempat menembus 90 dolar AS
Harga Brent sempat mencapai 91,42 dolar AS per barel sebelum berbalik melemah setelah Iran memberi sinyal bahwa jalur perundingan belum sepenuhnya tertutup. Pergerakan tersebut memperlihatkan betapa sensitifnya pasar terhadap kabar militer dan diplomasi.
