Prabowo: Kekuatan Kolektif BRICS Harus Beri Manfaat Nyata
Presiden Prabowo Subianto menekankan kerja sama BRICS harus menghasilkan manfaat konkret bagi masyarakat dan memperkuat suara Global South dalam tata kelola global.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kekuatan kolektif negara-negara BRICS harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya berhenti sebagai komitmen tertulis. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India. Indonesia hadir sebagai anggota penuh dan menempatkan penguatan kerja sama multilateral sebagai salah satu bagian penting dari perannya dalam forum tersebut.
Prabowo menilai kerja sama BRICS dapat memperbesar suara negara-negara Global South dalam menentukan masa depan dan memperjuangkan tatanan internasional yang lebih adil serta setara. Ia juga menekankan pentingnya ketahanan dan kemandirian setiap negara agar mampu menentukan arah kebijakan sendiri di tengah perubahan geopolitik, ekonomi, dan keamanan global yang berlangsung cepat.
KTT BRICS 2026 menghasilkan Deklarasi New Delhi yang menjadi arah bersama bagi negara-negara anggota untuk menerjemahkan komitmen menjadi langkah konkret. Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan bahwa perubahan dunia membutuhkan pembaruan institusi global, termasuk pada aspek representasi, daya tanggap, dan aturan keterlibatan. Kerja kolektif dinilai diperlukan untuk memperkecil kesenjangan antara komitmen dan hasil nyata.
Kehadiran Indonesia dalam KTT tahun ini juga memperkuat posisi diplomatik Indonesia dalam pembahasan tata kelola global, pembangunan, dan kepentingan negara berkembang. Artikel ini merujuk pada keterangan resmi Sekretariat Presiden dan laporan ANTARA. Setiap tindak lanjut dari Deklarasi New Delhi tetap bergantung pada kebijakan dan kerja sama masing-masing anggota setelah pertemuan tingkat tinggi selesai.
