Sekolah di Sulsel Daring Sepekan akibat Kelangkaan BBM
Pemprov Sulawesi Selatan menerapkan pembelajaran daring selama satu pekan untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kelangkaan dan antrean BBM.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerapkan pembelajaran daring bagi siswa sekolah selama satu pekan sebagai respons terhadap kelangkaan bahan bakar minyak yang berdampak pada mobilitas masyarakat. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan langkah tersebut bersifat sementara. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, tetapi siswa tidak perlu melakukan perjalanan harian ke sekolah selama masa kebijakan diterapkan.
Menurut keterangan pemerintah yang diberitakan ANTARA, keputusan tersebut diambil ketika distribusi BBM dan elpiji 3 kilogram masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Pembelajaran daring diharapkan mengurangi intensitas pergerakan kendaraan dan menekan kebutuhan perjalanan yang tidak mendesak. Pemerintah provinsi akan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan setelah satu pekan dengan mempertimbangkan perkembangan pasokan dan kondisi di lapangan.
Gubernur juga menyatakan pemerintah terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memperbaiki ketersediaan dan penyaluran BBM serta elpiji 3 kilogram. Pemerintah daerah meminta langkah percepatan distribusi, pengamanan stok, penambahan pasokan bila diperlukan, serta pengawasan terhadap operasional nozzle SPBU. Kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dapat menyesuaikan langkah pendidikan berdasarkan kondisi wilayah masing-masing.
Kelangkaan BBM sebelumnya memicu antrean kendaraan di sejumlah SPBU, terutama di Makassar. Pemerintah Kota Makassar juga telah menerapkan pembelajaran daring untuk jenjang pendidikan yang menjadi kewenangannya. Kebijakan tingkat provinsi memperluas penyesuaian pembelajaran agar kegiatan pendidikan tetap berjalan sambil mengurangi beban mobilitas. Perkembangan kebijakan akan mengikuti evaluasi pemerintah dan kondisi distribusi energi.
